Proses percetakan offset

Proses Percetakan

Dalam setiap pekerjaan tentu ada alur prosesnya, ada proses simple, ada agak rumit, ada juga prosesnya rumit. Sebagai gambaran proses produksi dalam percetakan, dalam artikel kali ini saya jelaskan secara singkat bagaimana proses percetakan (cetak offset). Dalam hal ini saya hanya menjelaskan garis besar bagaimana proses percetakan dilakukan.

Naskah -> Master -> Proses cetak -> Finsihing -> Packing

Naskah

Sedikit aneh istilahnya namun istilah ini sudah umum dipakai oleh personil2 dalam dunia percetakan. Naskah dapat berbentuk file, hasil print out, bisa juga coretan tangan pada kertas kalkir atau media transparan (plastik film). Setelah naskah diperiksa dengan teliti dan diyakini sudah dapat dilanjutkan ke proses berikutnya yaitu pembuatan master. Naskah jika sudah dinyatakan OK maka naskah ini sebaiknya dirawat dengan baik agar apabila suatu saat nanti dibutuhkan sudah siap pakai.

Master

Master menurut jenisnya terdapat beberapa macam tergantung penggunaannya.
  1. Master kertas
  2. Master kertas dapat digunakan untuk proses sablon, proses cetak offset dalam jumlah pencetakan sedikit, untuk jumlah banyak lebih bagus digunakan master plate. Master kertas untuk proses sablon, setelah dipakai untuk afdruk dapat disimpan untuk dipakai lain waktu. Masker kertas untuk cetak offset setelah dipakai biasanya dibuang.

  3. Master kertas kalkir
  4. Master kertas kalkir umumnya digunakan untuk master sablon, bisa juga untuk proses expose plate dengan cara konvensional. Untuk hasil lebih maksimal dianjurkan menggunakan master film.

  5. Master Film
  6. Master film digunakan untuk proses expose plate (untuk repeat order, umumnya master film disimpan untuk proses expose plate order berikutnya). Selain untuk proses expose plate master film ini dapat juga digunakan untuk master sablon, master klise, master stempel dll. Proses pembuatan master film ini biasa disebut dengan istilah output film dengan menggunakan mesin khusus untuk print out film.

  7. Master plate
  8. Master plate digunakan untuk cetak offset berbahan dasar lembaran alumunium. proses pengerjaan master plate bisa dilakukan secara konvensional. yakni melalui penyinaran dan pencucian manual, bisa juga dilakukan langsung tanpa menggunakan master film. Proses ini kita kenal dengan sebutan CTP dan CTCP.

CTP = Computer to Plate, proses pembuatan master plate secara langsung dari komputer dengan menggunakan mesin CTP. Keunggulan dari proses ini waktu pengerjaan lebih singkat, menghemat biaya karena tidak perlu menggunakan master film, serta hasil cetak lebih tajam dan berkualitas.

CTCP = Computer to Conventional Plate, prosesnya sama dengan CTP namun dengan jenis mesin berbeda.

Mesin Rekam Master

Mesin rekam master

Mesin Exposure Plate

Mesin Exposure Plate

Proses Cetak

Setelah menjadi master atau plate, maka sudah siap untuk dilakukan proses cetak pada mesin cetak sesuai dengan jenis cetakan, jumlah cetakan, kualitas cetakan dll. Untuk proses cetak warna-warna solid/block, text, raster ukuran A4/Folio/Kwarto/Letter cukup menggunakan mesin cetak offset kecil yaitu menggunakan mesin ukuran folio.

Mesin cetak offset ukuran folio ini ada sistem penarikan kertas dengan menggunakan rol karet ada juga dengan sistem angin. Mesin dengan menggunakan sistem angin hasil cetaknnya lebih presisi dibanding menggunakan rol karet.

Mesin Cetak Hamada Folio

Mesin Cetak Toko Folio

Mesin Cetak untuk ukuran F4/Folio/A4/Kwarto/Letter

Mesin Folio 2

Untuk proses percetakan dengan ukuran lebih besar, diperlukan mesin cetak dengan kemampuan cetak yang lebih besar pula. Selain kemampuan ukuran cetak lebih besar mesin ini hasil cetakannya juga lebih halus sehingga sudah sesuai untuk mencetak full color atau biasa disebut dengan cetak separasi.

Jangan ketinggalan, baca juga :  Menghasilkan uang dari internet

Mesin 4 warna

Mesin 4 warna.

Finishing

Setelah proses cetak selesai dan sudah kering, proses berikutnya adalah finishing. Finishing berbagai macam juga jenisnya antara lain :

  1. Dipotong
  2. Setelah cat cetakan kering bisa dilakukan proses pemotongan. Dalam pemotongan ini, terdapat beberapa istilah antara lain : disisir (dipotong sedikit tujuannya untuk meraphikan pinggiran kertas), dibelah 2, dibelah 4 dll.

  3. Dipotong membentuk pola tertentu
  4. Untuk proses ini dibutuhkan pembuatan pisau pond. Bentuk potongan jadi nantinya akan mengikut bentuk pisau pond. Proses ini menggunakan mesin pond.

  5. Varnish
  6. Proses ini adalah proses pelapisan varnish pada permukaan kertas, hasil jadinya akan menjadi mengkilap. Proses ini menggunakan mesin khusus untuk varnish.

  7. Laminasi
  8. Proses laminasi yaitu proses pemberian lapisan plastik pada media cetak. Secara umum ada 2 macam yaitu laminasi doff (tidak mengkilap) dan laminasi glossy (mengkilap).

  9. Poly Emas
  10. Proses poly emas adalah pencetakan dengan menggunakan mesin hot stamp, yaitu mesin untuk mentransfer objek gambar atau tulisan dari kertas poly ke media kertas. Proses ini selain menggunakan mesin hot stamp juga menggunakan klise (plat timbul sebagai master). Secara umum poly emas paling sering digunakan adalah warna emas dan silver. Meskipun masih banyak warna pilihan lainnya.

  11. Poly Embos
  12. Poly Embos hampir sama dengan poly emas hanya saya untuk proses ini membutuhkan 2 buah klise . 1 untuk bagian atas dan 1 lagi untuk bagian bawah. Setelah melalui poses poly embos ini, hasil cetakannya akan menjadi timbul (seperti relief).

Proses finishing bisa menggunakan gabungan dari beberapa proses di atas.

Foil Hot stamping

Foil Hot stamping.

Mesin Hot Stamp

Mesin Hot Stamp.

Klise emboss

Klise emboss.

Mesin Pond

Mesin Pond.

Untuk percetakan seperti formulir-formulir, kartu stock, brosur atau sejeninya (hanya berbentuk segi empat) tidak memerlukan proses pond, tetapi langsung dipotong dengan menggunakan mesin potong untuk merapihkan, membelah atau membagi menjadi beberapa bagian sama besar.

Mesin Potong Kertas

Mesin Potong Kertas

Packing

Setelah proses2 di atas selesai, proses selanjutnya adalah packing atau pengemasan. Di Dunia percetakan umumnya setelah dibungkus dengan rapi kemudian ditempelkan contoh hasil cetakannya pada pembungkusnya. Tujuannya adalah untuk memudahkan mengetahui cetakan seperti apa yang terdapat dalam bungkusan atau kemasan tersebut.

Sedikit penjelasan singkat ini, mudah mudahan dapat menambah pengetahuan bagaimana proses percetakan offset dilakukan dan semoga bermanfaat.

Syaiful

Pemilik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.