Pornografi, Film Panas, Cerita Dewasa

Pornografi, Film Panas, Cerita Dewasa

Pornografi semakin hari semakin marak, semakin banyak penggemarnya semakin banyak penontonnya, semakin tidak terkontrol usia penontonnya tidak sedikit film dewasa justru ditonton anak-anak di bawah umur akibatnya semakin meningkat kasus pernikahan dini, hamil diluar nikah, pemerkosaan dll. Bentuk pornografi semakin lengkap. Mulai Video, Photo, kartun, karikatur, cerita narasi dll.

Siapa saja seharusnya diperbolehkan untuk menonton Pornografi itu..?. Jawabnya sudah pasti mereka harus sudah dewasa semuanya boleh tidak dilarang, apabila mereka tidak beradab, tidak beragama. Namun bagi mereka memiliki adab, bertuhan serta beragama “SANGAT MERUGIKAN” bahkan bisa di sebut zina. Tapi masyarakat jaman sekarang selalu beralasan untuk memperluas wawasan, meningkatkan gairah seksual dll. Meskipun sebenarnya tanpa pornografipun kesemuanya itu dapat terpenuhi.

Banyaknya kejadian pemerkosaan, hamil diluar nikah, yang lebih fatal lagi terjadinya pembunuhan karena tidak bersedia diminta tanggung jawabnya setelah melakukan hubungan sex diluar nikah, setelah merenggut kegadisan orang lain.

Jaman ini sudah menuju jaman kegelapan lagi, menuju jaman jahiliyah lagi, menuju jaman kebodohan lagi. Kembali seperti ribuan tahun lalu. Hubungan sex manusia jaman sekarang justru meniru cara binatang dimana binatang derajatnya lebih rendah dari manusia.

Tidak Perlu pendidikan sex, tidak perlu belajar sex. Kalau sudah sampai umur dan kedewasaan pengetahuan tentang sex itu akan muncul dengan sendirinya secara alami.

TIDAK PERCAYA .??

Mungkin bisa dilihat dari sejarah terjadinya manusia, sejarah kapan ditemukannya peralatan elektronik. Nah sebelum terjadinya penemuan teknologi oleh orang-orang pintar itu, dari mana manusia belajar sex. TIDAK ADA BELAJAR. Semua sifat kedewasaan akan tumbuh dengan sendirinya termasuk bagaimana berhubungan sex itu.

Syaiful

Percetakan Bagus dan Murah di Serang, Cikande Permai berawal dari hand printing atau sablon. Dengan bertambahnya pelanggan mulailah sedikit demi sedikit beralih menggunakan mesin cetak, namun tetap tidak meninggalkan sablon.