Percetakan Undangan Pernikahan | Perkawinan

Kartu Undangan adalah merupakan wakil dari pengundang atau pemilik acara. Kalau kita ingin menghormati undangan kita, maka sebaiknya kartu undangan juga dibuat dengan layak. Tidak harus berfikir mahal murahnya akan tetapi kelayakannya, kemudian tanyakan kepada diri kita sendiri “pantaskah undangan seperti ini saya sampaikan?”. Pertanyaan itulah sebaiknya dipertimbangkan dalam membuat kartu undangan.

Kelayakan atau kemewahan tidak hanya tergantung bahan bakunya saja tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kreatifitas desainernya. Dengan harga tidak mahalpun kartu undangan bisa tampil layak dan elegan.

Harga produk kartu undangan sangat dipengaruhi antara lain oleh bahan, motif desain dan jumlah proses. Semakin rumit atau semakin banyaknya proses cetak kartu undangan, maka harga kartu kartu undanganpun semakin mahal. Maka dari itu harga kartu undangan sangatlah relatif mulai dari dibawah Rp. 1.000,- sampai puluhan ribu atau bahkan ratusan ribu rupiah. Karena hal ini juga dipengaruhi oleh souvenir dari undangan.

Produk Undangan ini dapat di buat full design, maksudnya mulai dari bentuk, model, bahan dll di design sedemikian rupa sehingga sesuai dengan permintaan pelanggan. Pada full design ini kita lebih bebas mengatur, menempatkan kalimat atau tulisan. Selain dari pada itu background undangan lebih bebas, dapat berupa photo pribadi, photo pengantin, photo binatang kesayangan kita, photo tempat faforit kita dsb. Untuk melihat contoh-contoh kartu undangan full design silahkan klik disini.

Produk undangan dapat juga dalam bentuk blangko undangan biasanya sudah tersedia pada toko-toko kertas atau toko-toko penjual perlengkapan sablon. Blangko kartu undangan ini bentuk atau modelnya sudah tetap sesuai dengan design produsennya tanpa tulisan, kita tinggal menambahkan tulisan atau naskah undangannya, peta lokasi dan lainnya perlu ditampilkan dalam kartu undangan.

Syaiful

Percetakan Bagus dan Murah di Serang, Cikande Permai berawal dari hand printing atau sablon. Dengan bertambahnya pelanggan mulailah sedikit demi sedikit beralih menggunakan mesin cetak, namun tetap tidak meninggalkan sablon.